4 Okt 2013 ... Materi Matakuliah Teknik Pengecoran logam memberikan uraian .... c) Surdia
Tata, Teknik Pengecoran Logam, Pradnya Paramitha, 1991.
KONTRAK KULIAH PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG Nama Mata Kuliah/SKS Kode Mata Kuliah Kelompok Mata Kuliah Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat Kuliah Dosen
: : : : : : :
Teknik Pengcoran Logam/2 Sks ITM 216 Mata Kuliah Keahlian Berkarya VII Jumat jam 08.00-10.00 Ruang Kuliah FT -1 Helmy Purwanto, ST., MT.
1. Manfaat Mata Kuliah Pengecoran merupakan salah satu proses produksi dalam membuat komponen mesin dengan cara mencairkan logam, menuangkan ke dalam cetakan dan dibiarkan hingga membeku. Hasil pengecoran yang disebut coran dapat dilakukan proses produksi lanjutan seperti proses pembubutan, frais, bor gerenda dan lain sebagainya sehingga menjadi komponen mesin yang dapat dirangkai dan digunakan. Materi Matakuliah Teknik Pengecoran logam memberikan uraian jenis-jenis pengecoran dan prosesnya. Dilanjutkan dengan persipan dan pengetahuan bahan serta alat yang digunakan dalam proses dan pabrik pebgecoran. Materi kuliah juga mencakup hasil pengecoran pemerikasaan hasil pengecoran dan kontrol kualitas hasil pengecoran. Materi Teknik Pengecoran Logam ini memberikan peluang pada mahasiswa untuk belajar menjadi disainer pengecoran hingga secara teoritis mampu membuat produk komponen mesin serta memeriksa hasil pengecora secara kritis dan analitis.
2. Diskripsi Perkuliahan Pada mata kuliah Teknik Pengecoran ini diawali dengan pengantar pengecoran yang menguraikan sejarah teknologi dan dasar-dasar pengecoran, bahan dan sifat-sifatnya, logam cair, pembekuan dan sifatsifatnya, macam dan metode pengecoran. Dilanjutkan dengan menguraikan tentang pengecoran dengan cetakan pasir mulai dari cetakan dan pasir cetak hingga peleburan penuangan. Menguraikan tentang pemeriksaan hasil pengecoran dan perlakuan pasca pengecoran. Menguraikan tentang
pengecoran khusus dan dilanjutkan penayangan video proses pengecoran dan disain pabrik pengecoran.
3. Standart Kompetensi Pada akhir semester, mahasiswa mampu menerapkan konsep/dasar teori pengecoran logam dalam disain pengecoran dengan berbagai metode pengecoran (cetakan pasir dan logam) dan dapat menjelaskan pabrik pengecoran. Mampu menerapkan konsep teori pengecoran logam dalam disain pengecoran dengan berbagai metode pengecoran (cetakan pasir dan logam) dan menjelaskan pabrik pengecoran
Pabrik Pengecoran
Pemerikasan Coran
Pengerjaan Akhir dan Perlakuan Panas
Melebur dan Menuang Besi Cor
Cacat Coran dan Pencegahannya
Melebur dan Menuang Macam-Macam Logam
Pengecoran Cetakan Pasir
Pengecoran Cetakan Khusus
Membuat Cetakan Pasir dengan cara Khusus
Membuat Inti
Membuat Cetakan Pasir
Lapisan & Perlengkapan Cetakan Komposisi Produk
Pemeriksaan Pola
Centrifugal Casting
Die Casting
Squeeze Casting
Menghitung Disain Pengecoran
Pembuatan Pola Bahan Pola
Invesment Casting
Macam Pola
Perencanaan Produk
Diagram Keseimbangan Paduan
Pembekuan Logam
Bahan Cetakan Logam
Struktur Mikro dan Sifat Coran
Bentuk dan Ukuran Coran
Sifat Logam Cair
Mengetahui Sejarah Teknologi Pengecoran
Membuat Coran
Bahan Coran
Pengunaan Coran
ENTRI BEHAVIOR Proses Produksi
Metalurgi Fisik Material Teknik
Dosen : Helmy Purwanto
4. Kompetensi Dasar Setelah mengikuti mata kuliah Teknik Pengecoran Logam, mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan untuk : a. Mendapatkan gambaran secara lengkap mengenai proses pembelajaran yang akan dilaksanakan selama satu semester b. Menjelaskan sejarah dari teknologi pengecoran, teknik pembuatan coran, bahan- bahan yang biasa digunakan untuk produk coran di tiap industri, serta mengetahui pentingnya teknologi pengecoran ini di masa sekarang. c. Mendefinisikan dan menjelaskan perbedaan sifat antar logam cair, konsep pembekuan logam, diagram keseimbangan paduan, struktur mikro dari tiap-tiap materal, serta bentuk standar dan ukuran dari tiap produk coran. d. Menjelaskan dan mendefinisikan jenis-jenis pola, bahan-bahan untuk pola serta teknik pembuatan pola dan pemeriksaan terhadap pola e. Menjelaskan rancangan atau disain suatu produk coran secara ekonomis dan efektif f. Menjelaskan bagaimana persiapan-persiapan pembuatan cetakan pasir, jenis-jenis pasir yang biasa digunakan, serta teknik pembuatan cetakannya g. Mejelaskan dan membandingkan jenis-jenis pengikat khusus dan cetakannya pada cetakan pasir h. Mendefinisikan dan membedakan jenis-jenis dapur peleburan yang digunakan untuk besi cor serta teknik penuangan dari besi cor cair i.
Menjelaskan dan menggambarkan teknologi peleburan dari berbagai jenis logam baik ferrous maupun non-ferrous
j.
Menjelaskan fungsi pengerjaan akhir dan perlakuan panas yang dilakukan pada hasil produk coran
k. Menjelaskan tujuan dari pemeriksaan produk coran dan jenis-jenis pengujian produk coran l.
Menjelaskan macam-macam cacat coran yang terjadi pada produk coran serta bagaimana menanggulanginya
m. Menjelaskan jenis-jenis pengecoran khusus yang digunakan di dunia industri pengecoran keunungan dan kelebihannya n. Menjelaskan dalam membuat dan mengetahui lay-out dari pabrik pengecoran, management dan peralatan yang digunakan serta penempatannya o. Memperlihatkan tayangan proses menggunakan cetakan pasir dan logam p. Menerapkan konsep teori dasar pengecoran 5. Organisasi Materi Materi I : Pendahuluan/Pengantar Pengecoran : 1.
Sejarah pengecoran
2.
Membuat coran
3.
Bahan-bahan pengecoran
4.
Penggunaan coran
Materi II : Penelaahan Dasar Mengenai Pengecoran 1.
Sifat-sifat logam cair
2.
Pembekuan logam
3.
Diagram keseimbangan paduan
4.
Struktur mikro & sifat-sifat coran
5.
Bentuk & ukuran coran
Materi III : Pola (Pattern) 1.
Macam-macam pola
2.
Bahan-bahan untuk pola
3.
Pembuatan pola
4.
Pemeriksaan dari pola
5.
Perencanaan Produk
Materi IV : Coran 1.
Perencanaan produk coran
2.
Menghitung colume coran
pengecoran
dengan
3.
Menghitung gatting system (sistem saluran tuang)
4.
Proses pembuatan komponen coran
5.
Komposisi material dalam dapur
6.
Menentukan penyusutan (shrinkage)
7.
Teknologi pembuatan cetakan pasir
8.
Pembuatan Inti
Materi V : Cetakan Pasir dan Pasir Cetak 1.
Pembuatan cetakan dengan tangan
2.
Pembuatan cetakan secara mekanis
3.
Pembuatan Inti
4.
Lapisan cetakan
5.
Perlengkapan cetakan
6.
Pasir cetak
Materi VI : Cetakan Pasir Dengan Pengikat Khusus 1.
Cetakan kulit
2.
Cara kotak panas
3.
Cara CO2
4.
Cetakan mengeras sendiri
5.
Cara kotak dingin
6.
Pelapis cetakan
Materi VII : Peleburan dan Penuangan Besi Cor (Cast Iron) 1.
Peleburan besi cor dalam kupola
2.
Pencairan besi cor dengan dapur induksi frekuensi rendah
3.
Pemeriksaan dan perlakuan besi cor cair
4.
Pembuatan besi cor begrafit bulat
5.
Penuangan besi cor
Materi VIII : Peleburan dan Penuangan Bermacam-macam Logam 1.
Peleburan dan penuangan besi cor mampu tempa
2.
Peleburan dan penuangan baja cor
3.
Peleburan dan penuangan paduan tembaga cor
4.
Peleburan paduan alumunium cor
Materi IX : Pengerjaan Akhir dan Perlakuan Panas dari Coran 1.
Menyingkirkan pasir dari rangka cetak
2.
Penyelesaian
3.
Perbaikan pada coran
4.
Perlakuan panas dari coran
Materi X : Pemeriksaan Coran 1.
Tujuan dari pemeriksaan coran
2.
Pemeriksaan rupa dan ukuran
3.
Pemeriksaan cacat di dalam produk coran
4.
Pengujian bahan
Materi XI : Cacat Coran dan Pencegahannya 1.
Macam cacat coran dan sifat-sifatnya
2.
Cacat pada coran besi cor
3.
Cacat pada coran dari besi cor bergrafit bulat
4.
Cacat-cacat dan pencegahannya pada coran baja
5.
Cacat-cacat pada coran paduan tembaga
6.
Cacat-cacat pada coran paduan ringan
Materi XII : Pengecoran Khusus 1.
Perbandingan cara-cara pengecoran
2.
Die Casting
3.
Pengecoran dengan tekanan
4.
Centrifugal Casting
5.
Squezee Casting
6.
Investment Casting
7.
Evaporatif Casting
8.
Direct Casting
Materi XIII : Pabrik Pengecoran
1.
Peralatan dan lay-out pabrik pengecoran
2.
Peralatan kesehatan lingkungan pabrik pengecoran
3.
Managemen peralatan mesin &usaha-usaha keselamatan
Materi XIV : Video Pengecoran 1.
Pembuatan dapur peleburan
2.
Pembuatan pola
3.
Pemilihan dan persiapan pasir cetak
4.
Pembuatan inti
5.
Pembuatan cetakan pasir
6.
Pembuatan cup & drag
7.
Peleburan
8.
Penuangan
9.
Pembongkaran
10. Pemeriksaan dan pengerjaan akhir 11. Disain cetakan logam 12. Pengecorancetakan logam 13. Pemeriksaan coran 14. Cacat pengecoran 15. Pabrik Pengecoran
6. Strategi Perkuliahan Mata kuliah ini merupakan mata kuliah keahlian berkarya yang disajikan pada semester VII dan dapat digunakan mahasiswa sebagai salah satu topik Tugas Akhir. Struktur konsep-konsep utama dan teori dibahas oleh Dosen. Keterkaitan antara konsep dengan fenomena empirik dibahas melalui contoh produk, tayangan video pengecoran, tanya jawab dan diskusi. Kajian analitis kritis dilakukan melalui metode analisis kasus. Review jurnal terbaru dijadikan bahan diskusi, penelaahan permasalahan dan keterbaruan keilmuan bidang pengecoran dilakukan
dengan sistem seminar sehingga mahasiswa mempunyai gambaran kedepan tentang penelitian dengan topik pengecoran logam.
7. Buku Bacaan Perkuliahan Buku / bacaan pokok dalam perkuliahan ini adalah: a) Pat L. Mangonon, The Principles of materials selection for engineering design, Prentice-Hall, Inc, 1999. b) Krauss, Steels Heat Treatment and Processing Principles, ASM, 1990. c) Surdia Tata, Teknik Pengecoran Logam, Pradnya Paramitha, 1991. d) Richard W. Heine, Carl R. Loper, Philip C. Rosentathal, Principles of Metal Casting McGraw-Hill, Inc, 1981. e) Jon Campbell, Castings, Butterworth-Heinemann Ltd, 1991.
8. Tugas a. Ketentuan dalam perkuliahan adalah sebagai berikut: i. Mahasiswa yang hadir mengikuti proses perkuliahan dengan baik dan tertib agar pembelajaran berlangsung dengan baik dan terteib serta tidak menggagu peserta lainnya. ii. Setiap mahasiswa yang hadir mengisi daftar hadir yang telah disediakan sesuai dengan tanggal pertemuan berlangsung. iii. Mahasiswa yang terlambat maksimum 15 menit tidak diperkenankan mengisi daftar hadir. iv. Mahasiswa tidak menandatangani daftar hadir teman yang tidak masuk untuk melatih kejujuran. v. Mahasiswa dalam berpakaian yang sopan dan tidak diperkenankan memakai sandal untuk menghormati satu sama lain. vi. Mahasiswa dilarang berkomunikasi dengan hp dan atau alat komunikasi lainnya di dalam kelas yang bersifat menggangu proses pembelajaran berlangsung.
vii. Mahasiswa yang tidak hadir dengan ijin dan mempunyai alasan yang logis dan dapat diterima secara akademik dianggap masuk kuliah. viii. Dosen wajib memberitau jika pada hari tersebut tidak dapat masuk kuliah dan wajib memberi jam pengganti. ix. Apabila dosen dalam waktu 15 belum hadir dalam kelas, ketua kelas berhak mengkonfirmasi kepada dosen dan meminta jam pengganti. b. Mahasiswa bertugas membaca materi kuliah sebelum perkuliahan dimulai c. Mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya pada saat dosen menerangkan atau pada saat akhir pertemuan. d. Mahasiswa mendapatkan quiz dan tugas besar berupa merivew beberapa hasil penelitian di jurnal penelitian terbaru dan mempresentasikan dalam seminar dengan ditunjuk oleh dosen. e. Mahasiswa diharapkan mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) pada pertemuan ke-8 dan Ujian Akhir Semester (UAS) pada pertemuan ke-16. Soal-soal pada ujian akan menggunakan bentuk esai. f. Mahasiswa dapat mengikuti ujian apabila menghadiri perkuliahan minimal 75%. Usaha pada UTS dan UAS akan sia-sia apabila mahasiswa melakukan kecurangan, misal menyontek pada saat ujian. 9. Kriteria Penilaian Penilaian akan dilakukan oleh dosen dengan menggunakan kriteria sebagai berikut: Nilai A AB B BC C CD D E
Point 4 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0
Range 81 – 100 76 – 80 71 – 75 66 – 70 61 – 65 56 – 60 51 – 55 =